Eka Kurniawan merupakan seorang penulis asal indonesia yang lahir pada 28 November 1975. Ia menamatkan pendidikan tinggi dari Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sejak debut novel pertamanya berjudul "Cantik itu Luka" pada tahun 2002, Eka kurniawan berhasil mencuri perhatian dari pembaca sastra Indonesia. Sederajat penghargaan diterima Eka, termasuk penghargaan bergengsi Prince Claus dari kerajaan Belanda.
Ia
dinobatkan sebagai salah satu Global Thinkers 2015 atas pencapainnya meletakkan
kembali sastra indonesia dalam peta sastar dunia oleh Jurnal Foreign Policy. Ia
juga menjadi penulis indonesia pertama dinominasikan untuk Man Booker
International Prize.
Berikut inilah rekomendasi novel karya Eka Kurniawan yang wajib kalian baca.
1. Cantik itu Luka
Cantik Itu Luka merupakan Novel pertama karya Eka kurniawan yang pertama kali diterbitkan tahun 2002. Novel ini pernah masuk daftar panjang Khatulistiwa Literary Award.
Novel ini
menceritakan Kisah seorang perempuan
dipaksa menjadi pelacur saat masa kolonial. Kehidupan itu terus dijalaninya
hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung
anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang
terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.
2. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Seperti
Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah karya Eka Kurniawan yang diterbitkan
pada 13 November 2014.
Novel ini menceritakan dua orang polisi memperkosa seorang perempuan gila lalu dua bocah melihatnya melalui lubang di jendela. Seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.
3. Lelaki Harimau
Lelaki Harimau merupakan novel Eka Kurniawan yang terbit pada tahun 2004. Novel fiksi ini pernah masuk dalam nominasi penghargaan buku terkenal inggirs yakni The Man Booker Prize 2016.
Novel ini menceritakan kisah Margio bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal.
Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”
5. Corat-Coret di Toilet
Novel ini menceritakan kisah tentang berbagai macam reaksi mahasiswa terhadap situasi pemerintahan yang terekam di toilet, mengingat kebebasan berpendapat menjadi sangat mahal ditengah gemuruh politik yang sedang terjadi pada saat itu, sehingga dinding toilet pun dijadikan media menyalurkan aspirasi yang tertahan.
Nah itulah
beberapa rekomendasi novel karya Eka Kurniawan waajib kamu baca. Yang mana nih
menurut kamu yang menarik ?
0 Komentar